aduuuh yang lagi bentar mau di tinggal sama si do'inya ataupun yang LDRan barang kali...
jangan pesimis dong harus tetep semangat :D
alright dibawah ini ada sesuatuq hal (maybe) :
langsung aja kali ya..?
Hari demi hari,bulan demi bulan,kita lewati bersama,sedih,suka,maupun duka kita rasakan bersama. Entah saat kau pergi nanti aku tak tau apa yang aku rasakan.
Apa LDR-an itu menyenangkan.......???
Aku tak bisa menatapmu lagi menyentuhmu dengan jemariku
kini aku sering memimpikanmu
aku tak ingin kau pergi
aku ingin tetap bersamamu, ya disampingmu itu yang kumau namun ratusan kilometer akan memisahkan kita..
Dalam jarak sejauh ini,mungkinkah kita masih mengingat dan saling mendoakan..? seperti saat kita berdekatan ..?
disaat dingin mencengkram kau tak ada disampingku dan disaat aku meneteskan air mata,tak ada tangannmu yang mengusap basah dipipiku. Aku hanya bisa menatap fotomu diam-diam menyebut namamu dalam setiap doaku,mendengar suaramu dari ujung telepon.
Mungkin aku bisa menjaga diriku sendiri tapi itu hanya secara fisik saja..
bukan disini,dihatiku..., hatiku tak setegar fisikku hatiku begitu rapuh
Aku pasti akan rindu berada disampingmu
aku tak tau tepatnya kapan kau kembali lagi kesini
entah itu hanya sekedar menemaniku ataupun hal yang lain
yang jelas aku akan tetap menunggumu :)
Selama bulan yang kita lihat masih sama,selama sinar matahari yang menyengat kulit,masih sama hangatnya.
maka pertemuanku dan kamu masih tetap akan terjadi
mungkin jarak hanya sekedar angka,jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama
Jumat, 28 Februari 2014
Senin, 24 Februari 2014
INFORMASI TEKNIS
PENGOLAHAN HASIL BUAH-BUAHAN dan SAYURAN
Butir-butir pokok
Pasca
panen
Kelemahan
produk hortikultura
Beberapa
teknologi pengolahan buah-buahan dan sayuran dapat merubah bahan makanan dalam
bentuk lain
Permasalahan
yang timbul
Bahan
dan cara membuat selai belimbing
Manfaat yang dapat kita peroleh
· RANGKUMAN
Pasca panen adalah
suatu tahapan kegiatan dimulai sejak pengumpulan hasil pertanian sampai siap
untuk dipasarkan, salah satunya adalah produk hortikultura.
Khusus produk hortikultura memiliki kelemahan yaitu sifat produksinya minimal,mudah rusak sehingga menimbulkan masalah dalam pemasaran. Beberapa teknologi pengolahan buah-buahan dan sayuran dapat merubah bahan makanan dalam bentuk lain,tetapi ada beberapa permasalahan yang timbul salah satunya seperti teknologi pengolahan tersebut masih sangat terbatas dikuasai oleh petani pada umumnya. Salah satu hasilnya adalah membuat selai belimbing seperti berikut:
Bahan yang digunakan sangat mudah didapat seperti belimbingyang hijau (1 kg),gula pasir (0,5kg) dan vanili (1/4 sendok teh).
Cara membuatnya:
- belimbing yang dicuci dan dibersihkan,
- Kemudian diparut halus dengan parut halus(parut kelapa),
- Belimbing yang sudah diparut dicampur dengan gula pasir dan dimasak di atas api yang kecil,
- Aduk terus-menerus dan tambahkan vanili secukupnya,
- Setelah tidak lengket lagi, bearti selai telah masak,
- Sesudah dingin,selai dapat dikemas.
Khusus produk hortikultura memiliki kelemahan yaitu sifat produksinya minimal,mudah rusak sehingga menimbulkan masalah dalam pemasaran. Beberapa teknologi pengolahan buah-buahan dan sayuran dapat merubah bahan makanan dalam bentuk lain,tetapi ada beberapa permasalahan yang timbul salah satunya seperti teknologi pengolahan tersebut masih sangat terbatas dikuasai oleh petani pada umumnya. Salah satu hasilnya adalah membuat selai belimbing seperti berikut:
Bahan yang digunakan sangat mudah didapat seperti belimbingyang hijau (1 kg),gula pasir (0,5kg) dan vanili (1/4 sendok teh).
Cara membuatnya:
- belimbing yang dicuci dan dibersihkan,
- Kemudian diparut halus dengan parut halus(parut kelapa),
- Belimbing yang sudah diparut dicampur dengan gula pasir dan dimasak di atas api yang kecil,
- Aduk terus-menerus dan tambahkan vanili secukupnya,
- Setelah tidak lengket lagi, bearti selai telah masak,
- Sesudah dingin,selai dapat dikemas.
Dapat mengetahui cara Pembuatan selai belimbing dan dibuat dengan bahan-bahan tradisional yang mudah
didapat di pasar dan di toko lainnya.
PURING
Jenis-jenis puring
- Puring (Codiaeum variaegatum) croton termasuk keluarga Euphorbiacbiaceae. Tanaman ini banyak jenisnya.
Diduga diseluruh Asia dan Pasifik jenis puring mencapai 1.600
variates. Dialam bebas puring tumbuh diAmerika Serikat, Asia Selatan, Indonesia, Pulau Pasifik, dan Kepulauan Fiji.
Sebenernya puring telah lama dikenal di Indonesia, tanaman yang memiliki daun dengan banyak corak warna ini sebagai penghias tanaman, untuk pagar rumah atau sebagai tanaman peneduh dimakam-makam, walaupun demikian keberadaan puring sempat diremehkan dan dianggap tidak bernilai ekonomis oleh masyarakat dan baru sekitar tahun 2007 puring mulai naik daun sebagai tanaman hias yang paling baru. Keindahan warna-warni daunnya yang sangat menarik mulai memikat hati para pengemar tanaman hias.
Berikut ini adalah jenis-jenis puring yang beredar dipasaran dan menjadi kegemaran para pencinta tanaman hias.
Sebenernya puring telah lama dikenal di Indonesia, tanaman yang memiliki daun dengan banyak corak warna ini sebagai penghias tanaman, untuk pagar rumah atau sebagai tanaman peneduh dimakam-makam, walaupun demikian keberadaan puring sempat diremehkan dan dianggap tidak bernilai ekonomis oleh masyarakat dan baru sekitar tahun 2007 puring mulai naik daun sebagai tanaman hias yang paling baru. Keindahan warna-warni daunnya yang sangat menarik mulai memikat hati para pengemar tanaman hias.
Berikut ini adalah jenis-jenis puring yang beredar dipasaran dan menjadi kegemaran para pencinta tanaman hias.
·
Puring Anggur (Puring batik)
Puring Anggur merupakan puring yang agak jarang ditemukan, bentuk daunnya ovaldengan kombinasi warna merah, coklat, kuning dan hijau. Daya tariknya terletak pada corak batik dibagian tengah-tengah.
Puring Anggur merupakan puring yang agak jarang ditemukan, bentuk daunnya ovaldengan kombinasi warna merah, coklat, kuning dan hijau. Daya tariknya terletak pada corak batik dibagian tengah-tengah.
·
Puring Apel
Ada beberapa jenis puring Apel, diantaranya adalah puring apel merah Thailand, puring apel washington, puring apel biasa dan puring ijo yang bentuk daunnya bulat dengan kombinasi warna hijau kuning.
Ada beberapa jenis puring Apel, diantaranya adalah puring apel merah Thailand, puring apel washington, puring apel biasa dan puring ijo yang bentuk daunnya bulat dengan kombinasi warna hijau kuning.
·
Puring Bor
Puring ini merupakan puring yang paling umum dijumpai, daunya yang memiliki banyak corak dan warna, diantaranya adalah berwarna kuning emas (bor emas), merah, hitam, hijau dan kuning bentuk daunnya melintir seperti bor.
Puring ini merupakan puring yang paling umum dijumpai, daunya yang memiliki banyak corak dan warna, diantaranya adalah berwarna kuning emas (bor emas), merah, hitam, hijau dan kuning bentuk daunnya melintir seperti bor.
·
Puring Cabai
Puring cabai memiliki daun kecil-kecil memanjang dengan warna merah kombinasi dengan coklat, kuning dan hijau, disebut puring cabai karena daunnya yang mirip buah cabai
Puring cabai memiliki daun kecil-kecil memanjang dengan warna merah kombinasi dengan coklat, kuning dan hijau, disebut puring cabai karena daunnya yang mirip buah cabai
·
Puring Cobra
Puring Cobra memiliki daun panjang dengan bagian tengah daun menyempit, lalu melebar kembali diujungnya, motif daunnya berbelang-belang dengan warna kuning, hijau dan jingga. Daya tarik puring ini terletak pada daunnya yang mirip ular cobra
Puring Cobra memiliki daun panjang dengan bagian tengah daun menyempit, lalu melebar kembali diujungnya, motif daunnya berbelang-belang dengan warna kuning, hijau dan jingga. Daya tarik puring ini terletak pada daunnya yang mirip ular cobra
·
Puring Dasi
Bentuk puring ini ada yang panjang dan juga ada yang pendek seperti dasi kupu-kupu, jenis puring ini yang terkenal adalah puring dasi jojon yang bentuk daunnya lebar dan pendek dengan warna merah cerah
Bentuk puring ini ada yang panjang dan juga ada yang pendek seperti dasi kupu-kupu, jenis puring ini yang terkenal adalah puring dasi jojon yang bentuk daunnya lebar dan pendek dengan warna merah cerah
·
Puring Emping
Puring emping memiliki ciri-ciri bentuk daunnya lancip, namun begitu ada juga yang bulat, warna daunnya didominasi hijau dan kuning
Puring emping memiliki ciri-ciri bentuk daunnya lancip, namun begitu ada juga yang bulat, warna daunnya didominasi hijau dan kuning
·
Puring Jari
Disebut puring jari karena daun puring ini mirip dengan jari manusia dan warnanya daunnya hijau dan bagian tepinya kuning
Disebut puring jari karena daun puring ini mirip dengan jari manusia dan warnanya daunnya hijau dan bagian tepinya kuning
·
Puring Jengkol Bewe
Ciri-ciri daunnya merah tua mendekati hitam, namanya diambil dari bentuk daunnya yang bulat dengan warna daunnya yang sudah tua mirip dengan jengkol
Ciri-ciri daunnya merah tua mendekati hitam, namanya diambil dari bentuk daunnya yang bulat dengan warna daunnya yang sudah tua mirip dengan jengkol
·
Puring Kerupuk
Puring kerupuk merupakan puring yang paling banyak memiliki variasi warna, sehingga kelihatan ramai.
Puring kerupuk merupakan puring yang paling banyak memiliki variasi warna, sehingga kelihatan ramai.
·
Puring Kura
Disebut puring Kura karena bentuk daunnya mirip batok kura-kura dengan warna meran dan corak kotak-kotak hijau dan kuning. Puring ini termasuk puring yang paling banyak diincar oleh para penggemar tanaman hias puring
Disebut puring Kura karena bentuk daunnya mirip batok kura-kura dengan warna meran dan corak kotak-kotak hijau dan kuning. Puring ini termasuk puring yang paling banyak diincar oleh para penggemar tanaman hias puring
Joseph’s Coat begitu julukan puring yang
bisa diperbanyak secara generatif dengan biji. Dengan pertimbangan efekivitas
waktu, cara vegetatif lebih banyak diterapkan. Cangkok dianggap paling pas
untuk perbanyakan. Persentase keberhasilan cangkok lebih tinggi dibandingkan
dengan cara lain. Cara ini pun relatif lebih cepat.
Kalau dicangkok, calon tanaman baru masih mendapat suplai hara dari tanaman induk, sehingga akarnya bisa cepat tumbuh. Jika disetek, calon tanaman tidak memperoleh pasokan hara, sehingga akar akan lama munculnya.
Batang Tua
Cara mencangkok tidak sulit. Cari cabang yang cukup umur yang ditandai dengan warna kulit batang coklat, banyak mengandung zat kayu, umumnya berdiamter 3 – 4 cm. Tekstur batang sudah keras. Tak terlalu banyak terdapat bekas tangkai daun. Umumnya cabang yang masih banyak memiliki bekas tangkai daun adalah batang berusia muda. Batang terpilih lantas disayat kulitnya secara melingkar. Lebar sayatan 4 – 5 cm. Kambium yang masih menempel lalu dikerik sampai bersih. Bila tidak dikerik dikhawatirkan kulit akan pulih kembali dan akar tidak tumbuh. Selesai dikerik, bekas sayatan dibiarkan sampai kering.
Bagian kulit yang akan tumbuh akar diolesi zat perangsang, semisal roothone F. Atau bisa diganti dengan bawang merah. Umbi tanaman bumbu dapur itu ditumbuk, lalu dioleskan di bagian yang akan tumbuh akarnya. Sayatan segera dibungkus dengan media tanam. Tidak perlu dicampur dengan pupuk sintetis, cukup kompos. Tanah liat atau sabut kelapa pun tak masalah.
Yang penting media cangkok harus selalu dalam keadaan basah. Ketika akar mulai tumbuh, air tidak boleh telat sebab akar akan kering dan gagal tumbuh. Sekitar tiga minggu usai dibungkus akar cangkokan sudah tumbuh kuat. Ditandai denan ujung akar membesar, panjang dan telah menembus plastik pembungkus media. Jumlah akar pun cukup banyak. Cangkokan siap dipotong dan ditanam Cangkokan yang sudah ditanam dalam polibag atau pot lalu ditaruh di tempat yang sejuk, lembab dan teduh. Jika daun sudah segar, bibit puring siap ditanam atau dijual.
Sambung dan Tempel
Okulasi alias tempel mata tunas juga bisa jadi pilihan. Cara ini tergolong efektif dan cepat. Cocok diterapkan untuk memperbanyak puring langka dan sedang diminati. Semilsal puring kura – kura, Umumnya memakai batang bawah puring merah alias conceremen, sementara mata tempelnya adalah puring mahal. Mata empel dipilih yang sehat dan masih aktif., Ditandai dengan warna hijau kecoklatan dan nampak segar berair. Mata tunas yang mati biasanya berwarna hitam. Mata tunas diambil dengan menyayat, menggunakan pisau yang benar – benar bersih dan tajam. Setelah itu disiapkan tempat penempelan di batang tanaman puring yang lain.
Ukurannya harus benar - benar pas. Mata tunas lalu secepatnya dipasang. Lendir dan kambium jagan sampai merngering atau terpegang. Mata tunas yang sudah dipasang lalu diikat erat dengan tali rafia. Cara mengikatnya seperti orang menyusun genting. Yaitu dari bawah menuju ke atas, supaya air hujan tidak masuk ke dalam. Air hujan bisa mengakibatkan mata tempel membusuk.
Sekitar sebulan kemudian, biasanya mata tempel sudah melekat. Tajuk tanaman pokok bisa dipangkas agar mata tunas bisa segera tumbuh. Begitu juga sambung pucuk, tingkat keberhasilannya terbilang sangat tinggi. Batang bawah puring murah disambung dengan entres puring favorit. Biasanya menggunakan bentuk sambungan “V” lantas diikat plastik. Sama seperti okulasi, entres alias batang atas dipilih yang beum terlalu tua, berciri tak terlalu keras. Juga sedang aktif tumbuh.
Kalau dicangkok, calon tanaman baru masih mendapat suplai hara dari tanaman induk, sehingga akarnya bisa cepat tumbuh. Jika disetek, calon tanaman tidak memperoleh pasokan hara, sehingga akar akan lama munculnya.
Batang Tua
Cara mencangkok tidak sulit. Cari cabang yang cukup umur yang ditandai dengan warna kulit batang coklat, banyak mengandung zat kayu, umumnya berdiamter 3 – 4 cm. Tekstur batang sudah keras. Tak terlalu banyak terdapat bekas tangkai daun. Umumnya cabang yang masih banyak memiliki bekas tangkai daun adalah batang berusia muda. Batang terpilih lantas disayat kulitnya secara melingkar. Lebar sayatan 4 – 5 cm. Kambium yang masih menempel lalu dikerik sampai bersih. Bila tidak dikerik dikhawatirkan kulit akan pulih kembali dan akar tidak tumbuh. Selesai dikerik, bekas sayatan dibiarkan sampai kering.
Bagian kulit yang akan tumbuh akar diolesi zat perangsang, semisal roothone F. Atau bisa diganti dengan bawang merah. Umbi tanaman bumbu dapur itu ditumbuk, lalu dioleskan di bagian yang akan tumbuh akarnya. Sayatan segera dibungkus dengan media tanam. Tidak perlu dicampur dengan pupuk sintetis, cukup kompos. Tanah liat atau sabut kelapa pun tak masalah.
Yang penting media cangkok harus selalu dalam keadaan basah. Ketika akar mulai tumbuh, air tidak boleh telat sebab akar akan kering dan gagal tumbuh. Sekitar tiga minggu usai dibungkus akar cangkokan sudah tumbuh kuat. Ditandai denan ujung akar membesar, panjang dan telah menembus plastik pembungkus media. Jumlah akar pun cukup banyak. Cangkokan siap dipotong dan ditanam Cangkokan yang sudah ditanam dalam polibag atau pot lalu ditaruh di tempat yang sejuk, lembab dan teduh. Jika daun sudah segar, bibit puring siap ditanam atau dijual.
Sambung dan Tempel
Okulasi alias tempel mata tunas juga bisa jadi pilihan. Cara ini tergolong efektif dan cepat. Cocok diterapkan untuk memperbanyak puring langka dan sedang diminati. Semilsal puring kura – kura, Umumnya memakai batang bawah puring merah alias conceremen, sementara mata tempelnya adalah puring mahal. Mata empel dipilih yang sehat dan masih aktif., Ditandai dengan warna hijau kecoklatan dan nampak segar berair. Mata tunas yang mati biasanya berwarna hitam. Mata tunas diambil dengan menyayat, menggunakan pisau yang benar – benar bersih dan tajam. Setelah itu disiapkan tempat penempelan di batang tanaman puring yang lain.
Ukurannya harus benar - benar pas. Mata tunas lalu secepatnya dipasang. Lendir dan kambium jagan sampai merngering atau terpegang. Mata tunas yang sudah dipasang lalu diikat erat dengan tali rafia. Cara mengikatnya seperti orang menyusun genting. Yaitu dari bawah menuju ke atas, supaya air hujan tidak masuk ke dalam. Air hujan bisa mengakibatkan mata tempel membusuk.
Sekitar sebulan kemudian, biasanya mata tempel sudah melekat. Tajuk tanaman pokok bisa dipangkas agar mata tunas bisa segera tumbuh. Begitu juga sambung pucuk, tingkat keberhasilannya terbilang sangat tinggi. Batang bawah puring murah disambung dengan entres puring favorit. Biasanya menggunakan bentuk sambungan “V” lantas diikat plastik. Sama seperti okulasi, entres alias batang atas dipilih yang beum terlalu tua, berciri tak terlalu keras. Juga sedang aktif tumbuh.
Masa Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Kebiasaan Masyarakat Jahiliyah
Pada masa kelahiran Nabi
Muhammad SAW terdapat kejadian yang luar biasa
yaitu ada serombongan pasukan Gajah yang dipimpin Raja Abrahah (Gubernur
kerajaan Habsyi di Yaman) hendak menghancurkan Kakbah karena negeri Makkah semakin
ramai dan bangsa Quraisy semakin terhormat dan setiap tahunnya selalu padat
umat manusia untuk haji. Ini membuat Abrahah iri dan Abrahah berusaha
membelokkan umat manusia agar tidak lagi ke Makkah. Abrahah mendirikan gereja
besar di Shan’a yang bernama Al-Qulles. Namun tak seorang pun mau datang ke
gereja Al Qulles itu. Abrahah marah besar dan akhirnya mengerahkan tentara
bergajah untuk menyerang Kakbah. Didekat Makkah pasukan bergajah merampas harta
benda penduduk termasuk 100 ekor Unta Abdul Muthalib
Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan utusan Abrahah supaya menghadap ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama penduduk dan Abdul Munthalib berdo’a kepada Allah supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan leluasa masuk Makkah dan siap untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan bergajah hancur lebur mendapat adzab dari Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan yang ber-ayahkan Abdullah. Muhammad lahir sudah yatim karena saat nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ayahnya sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 M. Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW hingga Masa Kerasulannya
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila mempunyai bayi, maka bayi yang baru lahir itu dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat menghirup udara segar dan bersih serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap sehat.
Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa hari saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan kepada Halimah Sa’diyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.
Semenjak kecil Muhammad memiliki keistimewaan yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah dapat berjalan dan umur 9 th sudah lancar berbicara serta umur 2 th sudah menggembalakan kambing dan wajahnya memancarkan cahaya.
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati serta segumpal darah dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian menata kembali ke tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan bugar.
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad ke ibundanya. Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia 8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril
Dengan tak disangka Abdul Munthalib kedatangan utusan Abrahah supaya menghadap ke Abrahah. Yang pada akhirnya Abdul Munthalib meminta Untanya untuk dikembalikan dan bersedia mengungsi bersama penduduk dan Abdul Munthalib berdo’a kepada Allah supaya Kakbah diselamatkan.
Keadaan kota Makkah sepi tentara Abrahah dengan leluasa masuk Makkah dan siap untuk menghancurkan Kakbah. Allah SWT mengutus burung Ababil untuk membawa kerikil Sijjil dengan paruhnya. Kerikil itu dijatuhkan tepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah tersebut hingga tembus ke badan sampai mati. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al Fiil ayat 1-5. (QS 105 :1-5). Pasukan bergajah hancur lebur mendapat adzab dari Allah SWT.
Pada masa itu lahir bayi yang diberi nama Muhammad dari kandungan ibu Aminah dan yang ber-ayahkan Abdullah. Muhammad lahir sudah yatim karena saat nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ayahnya sudah meninggal dunia. Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah dan bertepatan tanggal 22 April 571 M. Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW hingga Masa Kerasulannya
Kebiasaan di kalangan pemuka pada saat itu apabila mempunyai bayi, maka bayi yang baru lahir itu dititipkan kepada kaum ibu pedesaan. Dengan tujuan agar dapat menghirup udara segar dan bersih serta untuk menjaga kondisi tubuh ibunya agar tetap sehat.
Menurut riwayat, setelah Muhammad dilahirkan disusui oleh ibunya hanya beberapa hari saja, Tsuaibah menyusui 3 hari setelah itu oleh Abdul Munthalib disusukan kepada Halimah Sa’diyah istri Haris dari kabilah Banu Saad.
Semenjak kecil Muhammad memiliki keistimewaan yaitu badannya cepat besar, umur 5 bulan sudah dapat berjalan dan umur 9 th sudah lancar berbicara serta umur 2 th sudah menggembalakan kambing dan wajahnya memancarkan cahaya.
Muhammad diasuh Halimah selama 6 th. Pada usia 4 th Muhammad didekati oleh malaikat Jibril dan menelentangkannya lalu membelah dada dan mengeluarkan hati serta segumpal darah dari dada nabi Muhammad SAW lalu Jibril mencucinya kemudian menata kembali ke tempatnya dan Muhammad tetap dalam keadaan bugar.
Dengan adanya peristiwa pembelahan dada itu, Halimah khawatir dan mengembalikan Muhammad ke ibundanya. Pada usia 6 th nabi diajak Ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya di Yatsrib dengan perlalanan 500 km. Dalam perjalanan pulang ke Makkah Aminah sakit dan akhirnya meninggal di Abwa yang terletak antara Makkah dan Madinah.
Nabi Muhammad lantas ditemani Ummu Aiman ke Makkah dan diantarkan ke tempat kakeknya yaitu Abdul Munthalib. Sejak itu Nabi menjadi yatim piyatu tidak punya ayah dan ibu. Abdul Munthalib sangat menyayangi cucunya ini (Muhammad) dan pada usia 8 th 2 bl 10 hari Abdul Munthalib wafat. Kemudian Nabi diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib.
Abu Thalib mengasuh menjaga nabi sampai umur lebih dari 40 th. Pada usia 12 th nabi diajak Abu Thalib berdagang ke Syam. Di tengah perjalanan bertemu dengan pendeta Bahira. Untuk keselamatan nabi Bahira meminta abu Thalib kembali ke Makkah.
Ketika Nabi berusia 15 th meletus perang Fijar antara kabilah Quraisy bersama Kinanah dengan Qais Ailan. Nabi ikut bergabung dalam perang ini dengan mengumpulkan anak-anak panah buat paman-paman beliau untuk dilemparkan kembali ke musuh.
Pada masa remajanya Nabi Muhammad biasa menggembala Kambing dan pada usia 25 th menjalankan barang dagangan milik Khadijah ke Syam. Nabi Muhammad SAW dipercaya untuk berdagang dan ditemani oleh Maisyarah. Dalam berdagang nabi SAW jujur dan amanah serta keuntungannya melimpah ruah.
Peristiwa tentang cara dagangnya nabi SAW itu diceritakan Maisyarah ke Khadijah. Lantas Khadijah tertarik dan mengutus Nufaisah Binti Mun-ya untuk menemui Nabi agar mau menikah dengan Khadijah. Setelah itu Nabi memusyawarahkan kepada pamannya dan disetujuinya akhirnya Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dengan mas kawin 20 ekor Onta Muda.
Usia Khadijah waktu itu 40 th dan Nabi Muhammad SAW 25 th. Dalam perkawinannya Nabi dianugerahi 6 putra-putri yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Semua anak laki-laki nabi wafat waktu masih kecil dan anak perempuannya yang masih hidup sampai nabi wafat adalah Fatimah.
Masa Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Pada usia 35 th lima tahun sebelum kenabian ada suatu peristiwa yaitu Makkah dilanda banjir besar hingga meluap ke baitul Haram yang dapat meruntuhkan Kakbah. Dengan peristiwa itu orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Kakbah dan yang menjadi arsitek adalah orang Romawi yang bernama Baqum.
Ketika pembangunan sudah sampai di bagian Hajar Aswad mereka saling berselisih tentang siapa yang meletakkan hajar Aswad ditempat semula dan perselisihan ini sampai 5 hari tanpa ada keputusan dan bahkan hampir terjadi peretumpahan darah. Akhirnya Abu Umayah menawarkan jalan keluar siapa yang pertama kali masuk lewat pintu Masjid itulah orang yang memimpin peletakan Hajar Aswad. Semua pada sepakat dengan cara ini. Allah SWT menghendaki ternyata yang pertama kali masuk pintu masjid adalah Rasulullah SAW dan yang berhak adalah Rasulullah.
Orang-orang Quraisy berkumpul untuk meletakkan Hajar Aswad . Rasulullah meminta sehelai selendang dan pemuka-pemuka kabilah supaya memegang ujung-ujung selendang lalu mengangkatnya bersama-sama. Setelah mendekati tempatnya Nabi mengambil Hajar Aswad dan meletakkannya ke tempat semula akhirnya legalah semua. Mereka pada berbisik dan menjuluki “Al-Amin” yang artinya dapat dipercaya.
Nabi Muhammad SAW mempunyai kelebihan dibanding dengan manusia biasa, beliau sebagai orang yang unggul, pandai, terpelihara dari hal-hal yang buruk, perkataannya lembut, akhlaknya utama, sifatnya mulia, jujur terjaga jiwanya, terpuji kebaikannya, paling baik amalnya, tepat janji, paling bisa dipercaya sehingga mendapat julukan Al-Amin dan beliau juga membawa bebannya sendiri, memberi kepada orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang hendak menegakkan kebenaran.
Pada saat Nabi Muhammad SAW hampir berusia 40 th kesukaannya mengasingkan diri dengan berbekal Roti dan pergi ke Gua Hira di Jabal Nur. Rasulullah di Gua Hira beribadah dan memikirkan keagungan alam. Pada usia genap 40 th Nabi dianggkat menjadi Rasul. Beliau menerima wahyu yang pertama di gua Hira dengan perantaraan Malaikat jibril
yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi. Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati.
Ketika Nabi berada di gua Hira datang malaikat Jibril dan memeluk Nabi sambil berkata “Bacalah”. Jawab Nabi “Aku tidak dapat membaca” Lantas Malaikat memegangi dan merangkul Nabi hingga sesak kemudian melepaskannya dan berkata lagi “Bacalah”. Jawab Nabi”Aku tidak bisa membaca”. Lantas Malaikat memegangi dan merangkulnya lagi sampai ketiga kalinya sampai Nabi merasa sesak kemudian melepasknnya. Lalu Nabi bersedia mengikutinya (Surat Al-Alaq ayat 1-5). QS 96 : 1-5)
Rasulullah mengulang bacaan ini dengan hati yang bergetar lalu pulang dan menemui Khadijah (isterinya) untuk minta diselimutinya. Beliau diselimuti hingga tidak lagi menggigil tapi khawatir akan keadaan dirinya.
Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nabi. Waraqah menanggapi “Maha suci, Maha suci, Dia benar-benar nabi umat ini, katakanlah kepadanya, agar dia berteguh hati.
MAJAS
Majas
atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa,
pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri
bahasa sekelompok penulis sastra dan
cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun
tertulis.
Jenis dan Macam-Macam Majas
Secara garis
besar majas dapat dibedakan menjadi empat kelompok, jenis macam-macam majas dan contoh majas terlengkap mempunyai
banyak turunan dan kategori dalam majas itu sangat banyak dibawah ini akan
dibahas secara jelas.
Majas terdiri atas:
Majas terdiri atas:
- Majas Perbandingan;
- Majas Pertentangan;
- Majas Sindiran;
- Majas Penegasan.
Ke empat macam-macam majas diatas
masih dibagi dalam beberapa bagian majas, atau biasa disebut turunan dari majas
tersebut, dibawah ini detailnya.
A. Majas
Perbandingan
1.
Personifikasi
2. Metafora
3. Eufimisme
4. Sinekdoke
5. Alegori
6. Hiperbola
7. Simbolik
8. Litotes
9. Alusio
10.Asosiasi
11.Derifrasi
12.Metonomia
13.Antonomasia
14.Tropen
15.Parabel
16.Alusio
B. Majas
Pertentangan
1. Antitesis
2. Paradoks
3. Okupsi
4.
Kontradiksi
5. Anakronisme
6.
Internimis
C. Majas
Penegasan
1. Pleonasme
2. Repetisi
3.
Pararelisme
4. Tautologi
5. Simentri
6.
Enumerasia
7. Klimaks
8. Anti
klimaks
9. Retorik
10.Koreksio
11.Asidenton
12.Paksidenton
13.Eksklamasio
14.Preterito
15.Interupsi
16.Inversi
17.Elipsis
D. Majas
Sindiran
1. Ironi
2. Sinisme
3. Sarkasme
Lengkap
bukan, ulasan tentang jenis dan macam-macam majas yang ada. Kita lanjut pada
pembahasan selajutnya yang akan diterangkan dibawah ini.
Macam-Macam Majas Beserta Definisi dan Contohnya
A. Majas
Perbandingan
Majas
Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk
meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau
dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:
1) Asosiasi
atau Perumpamaan
Majas
asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya
berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata
bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
- Semangatnya keras bagaikan
baja.
- Mukanya pucat bagai mayat.
- Wajahnya kuning bersinar bagai
bulan purnama
2) Metafora
Metafora
adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan
analogis.
Me·ta·fo·ra
/métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau
perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang
punggung negara.
Contoh:
- Engkau belahan jantung hatiku
sayangku. (sangat penting)
- Raja siang keluar dari ufuk
timur
- Jonathan adalah bintang kelas
dunia.
- Harta karunku (sangat berharga)
- Dia dianggap anak emas
majikannya.
- Perpustakaan adalah gudang
ilmu.
3)
Personifikasi
Personifikasi
adalah majas yang membandingkan benda-benda tak
bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
- Badai mengamuk dan merobohkan
rumah penduduk.
- Ombak berkejar-kejaran ke tepi
pantai.
- Peluit wasit menjerit panjang
menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori
adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori:
majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang
utuh.
Contoh:
Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori
biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan
hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang
kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan
yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
5) Simbolik
Simbolik
adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan
benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
- Ia terkenal sebagai buaya
darat.
- Rumah itu hangus dilalap si
jago merah.
- Bunglon, lambang orang yang tak
berpendirian
- Melati, lambang kesucian
- Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia
adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk
menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk
benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
- Di kantongnya selalu terselib
gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
- Setiap pagi Ayah selalu
menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
- Ayah pulang dari luar negeri naik
garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok
adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara
keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro
toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga
detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per
kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro
parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam
pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b)
Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8. Simile:
Pengungkapan
dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung,
seperti layaknya, bagaikan, " umpama",
"ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama
air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban
apa saja.
B. Majas Pertentangan
Majas
Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang
dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat
atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”.
Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis
adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda,
besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin
kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks
adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku
merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku
merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas
hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya
dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya
menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya
tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes
adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari
kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan
diri.
Contoh:
a) Makanlah
seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa
kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
C. Majas Penegasan
Majas
Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan
kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri
atas tujuh bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme
adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud
menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua
siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka
mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi
adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah
yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah
kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut
putra bangsa.
3)
Paralelisme
Paralelisme
adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah
pengertian
Cinta adalah
kesetiaan
Cinta adalah
rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi
adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah
kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata
bersinonim.
Contoh:
a) Bukan,
bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b)
Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks
adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin
meningkat.
Contoh:
a) Semua orang
dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt,
Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri
urusan pribadi seseorang.
6)
Antiklimaks
Antiklimaks
adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama
menurun.
a) Kepala
sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota
dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik
adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya
memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata
siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah
ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas
Pertentangan
D. Majas
Sindiran
Majas
Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk
meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas
sindirian dibagi menjadi:
1) Ironi
Ironi adalah
majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru
siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus
sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme
adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a)
Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang
terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama
aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.
3) Sarkasme
Sarkasme
adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh
orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau
muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar
kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
